Filsafat Sosial (Social philosophy) berusaha menjajagi pertanyaan-pertanyaan filosofis sekitar isu-isu sosial dan perilaku sosial. Filsafat sosial berhubungan dengan subyek bahasan yang sangat luas. Contoh-contoh yang paling umum tentang subyek filsafat sosial antara lain “teori kontrak sosial”, “relativisme budaya”, dan “individualisme”.
Berbagai topik dalam filsafat sosial melintasi berbagai katagori filsafat, termasuk epistemologi, metafisika, filsafat politik, moralitas, dan sebagainya.
Tema-tema utama dalam filsafat sosial mencakup diri (self), entitas sosial, dan hubungan antara keduanya. Individualisme sering muncul dalam filsafat sosial, termasuk pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan pemisahan orang perseorangan dari masyarakat.
Filsafat sosial sering dicampurkan dengan sosiologi, antropologi kognitif, dan psikologi. Alasannya, karena bidang-bidang tersebut menyajikan penelitian dan percobaan atas hasil perenungan filosof sosial. Pembahasan atau teori tentang masyarakat seringkali mengandung unsur filsafat sosial, sekaligus unsur ilmu sosial.
Bagian-bagian utama filsafat sosial sering tumpang-tindih dengan filsafat politik, khususnya berkenaan dengan otoritas (kekuasaan), revolusi, kemakmuran, dan hak. Akan tetapi, filsafat sosial terutama berhubungan dengan bentuk-bentuk interaksi, otoritas, dan konflik. Sebagai contoh, apabila filsafat hukum lebih tertarik pada isu-isu mengenai pemerintahan formal dan hukum negara, filsafat sosial lebih pada isu-isu informal, semisal struktur sosial dari kelompok-kelompok sosial yang terbentuk secara sukarela, termasuk kekuasaan sosial dari seorang selebriti. Dengan demikian, kita dapat membandingkan kekuasaan hukum, yang dimiliki oleh seorang walikota, dengan kekuasaan sosial, yang dimiliki oleh pedagang kaki lima.
Filsafat sosial juga berhubungan dengan dinamika-dinamika kelompok dan cara-cara membentuk sebuah kelompok serta melakukan tindakan dalam kelompok tadi. Topik-topiknya mencakup mode pakaian, gaya hidup, kultus, kerumunan, dan sebagainya.
Filsafat sosial juga berhubungan dengan nilai-nilai sosial. Nilai-nilai sosial berhubungan dengan moralitas, khususnya teori moral yang mendefinisikan moralitas berdasarkan apa yang diharuskan dan dilarang oleh masyarakat. Sejalan dengan alasan ini, filsafat sosial dapat tumpang tindih dengan moralits dan nilai-nilai sosial.
Beberapa orang akan menunjukkan filsafat sosial pada filsafat masyarakat (the philosophy of society). Akan tetapi, hal ini akan mengaburkannya dengan bidang tertentu dari filosofi masyarakat tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar